Tampilkan postingan dengan label Gila Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gila Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Oktober 2012

Sepakbola dan Comeback #REPOST

Sepakbola, ya olahraga yang paling digandrungi di dunia. Hasil akhirnya pun sulit ditebak jika wasit belum meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Sepakbola itu bukan matematika, sepakbola bukanlah hitam di atas putih. Sepakbola sepenuhnya ditentukan di atas lapangan hijau. Dalam sepakbola, dikenal istilah "COMEBACK", yang didefinisikan sebagai "BANGKIT DARI KUBUR". Ya bangkit dari kuburan yang bernama kekalahan, hingga terhindar dari kekalahan, minimal memperoleh hasil imbang. Dalam postinganku sebelumnya, yang berjudul Comeback yang Fantastis diceritakan bagaimana Liverpool FC bisa menjuarai Liga Champions 2004/2005. Kemenangan yang akhirnya menjadi catatan sejarah manis pagi Liverpudlian.

Tak sengaja penulis menemukan tulisan dari goal(dot)com yang berisikan sejarah tentang 10 comeback dalam pertandingan sepakbola terbaik sepanjang sejarah. Liat aja cerita sejarahnya di bawah ini. 

10. Korea Utara 3-5 Portugal (1966)
Sukses membekuk Italia 1-0 di partai pamungkas grup memastikan nama Korea Utara terukir dalam sejarah Piala Dunia sebagai negara pertama dari luar Benua Eropa dan Amerika yang mampu melewati fase pertama turnamen.
Kejutan Chollima seakan bakal berlanjut ketika di babak berikutnya (perempat-final) mereka sudah mengantungi keunggulan 3-0 atas Portugal dalam kurun 25 menit pertama.
Ogah mengalami nasib seperti Azzurri, Seleccao das Quinas cepat-cepat bangkit. Hanya sesaat setelah Korut melesakkan gol ketiga lewat Yang Seung-Kook, Portugal menipiskan skor berkat torehan Eusebio (27’). Sosok yang kini menjadi legenda itu kemudian mencetak tiga gol lagi (43’, 56’, dan 59’) guna mengantar Portugal berbalik unggul 4-3. Kemenangan Brasil-nya Eropa itu lantas dilengkapi gol Jose Augusto sepuluh menit jelang peluit panjang.

9. Werder Bremen 5-3 Anderlecht (1993)
Sebelum membawa klub promosi Kaiserslautern menjuarai Bundesliga 1997/98 dan mengarsiteki kiprah mencengangkan Yunani menjadi kampiun Euro 2004, Otto Rehhagel telah memperlihatkan kemampuan menghasilkan mirakel bersama Werder Bremen.
Pada fase grup Liga Champions 1993/94, Die Werderaner terlihat bakal dipermalukan tamunya asal Belgia, Anderlecht, yang langsung memimpin tiga gol dalam tempo setengah jam.
Skor itu bertahan hingga menit ke-66, saat Wynton Rufer memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1. Hanya gol konsolasi? Tidak juga. Dalam 17 menit pamungkas laga, Bremen menyarangkan empat gol lagi melalui Rune Bratseth, Bernd Hobsch, Marco Bode, dan torehan kedua Rufer untuk memastikan kemenangan 5-3!

Senin, 15 Oktober 2012

Liverpool Tidak Akan Tinggalkan Anfield

Liverpool tidak akan pindah dari stadion kebanggaannya, stadion Anfield, seperti dilansir oleh BBC Indonesia. Beritanya di bawah ini gan. :)

Liverpool hampir dapat dipastikan tidak akan membangun stadion baru di Stanley Park setelah memutuskan untuk merenovasi stadion di Anfield.

Renovasi besar-besaran kawasan Anfield, yang menjadi kandang Liverpool sejak 1892, diumumkan oleh pemerintah kota Liverpool bersama direktur Liverpool, Ian Ayre.

"Liverpool memperingati hari jadinya yang ke-120 tahun ini dan tidak diragukan lagi bahwa Anfield adalah rumah spiritual bagi klub ini," kata Ayre, direktur Liverpool kepada para wartawan di balai kota Liverpool, Senin (15/10).

Ayre mengatakan sejak awal pihaknya memilih untuk tidak pindah dari Anfield.

Di situs resmi Liverpool, Ayre menjelaskan dari sudut pandang finansial, membangun stadion di tempat yang baru tidak terlalu menguntungkan.

Untuk membangun stadion dengan kapasitas 60.000 tempat duduk dibutuhkan biaya sedikitnya Pound 300 juta atau sekitar Rp4,8 triliun sementara jumlah kursi baru yang didapat hanya 15.000 karena Anfield saat ini bisa menampung 45.276 orang.

Sejarah penting
Bahkan bila ada sponsor yang bisa menyetor uang ke klub agar namanya bisa menjadi nama stadion, pemasukan yang didapat belum cukup untuk menutup biaya pembangunan.

"Dalam dua tahun terakhir kami membahas apa yang bisa kami lakukan dan apa yang tidak bisa kami lakukan," kata Ayre.

"Jika kami membangun stadion baru, yang kami dapat bukan 60.000 kursi tapi selisih antara kapasitas stadion baru dan stadion lama di Anfield," katanya.

Dari berbagai kajian yang dilakukan, pihak manajemen akhirnya lebih condong dengan rencana merenovasi stadion di Anfield.

Apalagi sebagian besar pendukung Liverpool, kata Ayre, tidak ingin Liverpool pindah dari Anfield.

"Berbagai sejarah penting dan kemenangan fenomenal diraih Liverpool di Anfield. Jadi, saya rasa keputusan untuk tetap berada di Anfield adalah keputusan yang tepat," tandas Ayre.

Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG) memang biasanya lebih memilih merenovasi stadion lama daripada membangun stadion di tempat baru.

Pendekatan ini dilakukan FSG ketika memperbaharui stadion milik klub baseball Amerika Serikat, Boston Red Sox di Fenway Park.

Minggu, 01 Juli 2012

Jadwal Pertandingan Liverpool di Liga Inggris 2012-2013

English Premier League (EPL), atau dalam bahasa Indonesianya adalah Liga Primer Inggris, merupakan kompetisi format liga terseru di dunia. EPL akan memulai pertandingan perdananya pada tanggal 18 Agustus 2012. Dan sebagai Liverpudlian alias pendukung Liverpool, gue mau share jadwal Liga Inggris musim 2012-2013 only for Liverpool. Monggo disimak ya Sob.. :)
Semoga Liverpool menjadi juara EPL musim 2012-2013. Amin.
You'll Never Walk Alone. :)

Sumber:
Web Resmi Liga Inggris

Jumat, 08 Juni 2012

Daftar Juara Piala Euro


Demam Piala Euro sudah mewabah ke segala penjuru dunia. Piala Euro yang merupakan kejuaraan sepakbola negara Eropa ini sudah dinanti oleh para penngila bola. Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA atau nama bahasa Inggrisnya UEFA European Football Championship adalah kejuaraan sepak bola terbesar antar negara-negara anggota UEFA. Diadakan setiap empat tahun sekali sejak 1960, kejuaraan ini awalnya dinamakan Piala Negara-negara Eropa (European Nations Cup), kemudian berganti menjadi Kejuaraan Sepak Bola Eropa (European Football Championship) pada 1968.

Sabtu, 12 Mei 2012

Fase Grup Liga Champions 2004/2005

Liga Champions musim 2004/2005, merupakan musim yang tak dapat dilupakan oleh fans Liverpool FC, yang ketika itu Liverpool FC keluar sebagai juara usai menjalani laga final yang dramatis melawan AC Milan. Setelah ketinggalan 0-3 di babak pertama, Liverpool sanggup menyamakan kedudukan dalam 6 menit di babak kedua, hingga akhirnya keluar sebagai juara usai menang 3-2 di babak adu penalti. Benar-benar final Liga Campions terdramatis sepanjang masa.
Akan sangat tidak adil jika hanya membahas babak final Liga Champions 2004/2005, karena di fase grup pun banyak terjadi kejutan. Bagaimanakah menariknya fase grup Liga Champions 2004/2005? Siapa saja juara dan runner-up masing-masing grup? Mari kita simak pada gambar di bawah ini. :D

GRUP A :


KLASEMEN :



GRUP B :


KLASEMEN :



GRUP C :


KLASEMEN :



GRUP D :


KLASEMEN :



GRUP E :


KLASEMEN :



GRUP F :


KLASEMEN :



GRUP G :


KLASEMEN :



GRUP H :


KLASEMEN :


Sumber: Buka COY

Sabtu, 07 April 2012

10 Momen Manis Liverpool Dekade Lalu

Bersama Manchester United, The Reds menjadi klub paling sukses di ranah Inggris dengan sejarah panjang di belakang mereka, namun semuanya seakan menguap dalam tiga musim terakhir.

Meski belum pernah lagi mengecap gelar juara Liga Premier sejak musim 1989-1990, pada tahun 2001-2010 The Reds masih punya momen manis untuk dikenang, terutama di kancah Eropa.

Berikut beberapa momen dan aksi yang tak terlupakan dari laga yang dilakoni The Reds satu dekade ini:

10 :
Chelsea 0-1 Liverpool
Liga Premier, 26 Oktober 2008

Ini mungkin adalah laga di mana posisi Liverpool sebagai penantang gelar juara mulai dipandang serius.

Keberhasilan Chelsea mengukir rekor 86 laga tanpa terkalahkan ditambah dengan sejarah bahwa The Blues selalu meraih hasil bagus kontra Liverpool di pentas liga, membuat mereka ditempatkan sebagai favorit jelang laga di Stamford Bridge ini.

Namun tembakan kaki kiri Xabi Alonso dari depan kotak penalti yang membentur pemain belakang Chelsea, membelokkan bola ke gawang dan mengakhiri rekor tak terkalahkan tuan rumah.

09 :
Liverpool 8-0 Besiktas
Liga Champions, 06 November 2007

Besiktas tampil mengejutkan pada pertemuan pertama di Turki dengan membekuk Liverpool 2-1, namun mereka tak mampu berbuat banyak saat harus bertandang ke Anfield.

Hat-trick Yossi Benayoun plus masing-masing dua gol dari Peter Crouch dan Ryan Babel serta satu gol Steven Gerrard membawa The Reds meraih kemenangan terbesar dalam sejarah Liga Champions.

Meski lolos ke babak knockout berkat kemenangan ini, laju Liverpool harus terhenti di semifinal saat mereka dilibas Chelsea.

08 :
Liverpool 4-0 Real Madrid
Liga Champions, 10 Maret 2009

Liverpool menyambut laga ini dengan keunggulan tipis 1-0 di Bernabeu, dan para fans hanya berharap hasil imbang 0-0 demi meloloskan The Reds ke babak berikutnya. Kekuatan Madrid memang sudah tak seperti beberapa musim sebelumnya, tetapi mereka tetaplah berbahaya.

Satu orang pemain menjadi sorotan dalam laga ini: Fernando Torres. Memendam rivalitas semasa di Atletico Madrid, Torres bahkan harus menerima injeksi penghilang rasa sakit demi bisa tetap bermain dan menorehkan luka sedalam mungkin pada kubu Los Blancos.

Dan misi serta pengorbanannya berhasil dengan sukses. Torres membuka pesta gol The Reds, sebelum Steven Gerrard mencetak dua gol dan ditutup dengan tendangan Andrea Dossena.

07 :
Everton 2-3 Liverpool
Liga Premier, 16 April 2001

Tak ada hal yang lebih indah ketimbang mengalahkan rival satu kota dalam laga derby, terutama jika itu dilakukan dengan apik di kandang lawan - sama seperti yang diraih Liverpool dalam laga ini.

Lima gol, satu penalti yang gagal, klaim penalti yang ditolak, 12 kartu kuning dan satu kartu merah mewarnai partai panas Derby Merseyside ini.

Emile Heskey membuka keunggulan Liverpool sebelum Duncan Ferguson menyamakan kedudukan.

Insiden berikutnya berturut-turut: Markus Babbel membawa Liverpool kembali unggul, Robbie Fowler gagal mengeksekusi penalti, Igor Biscan diusir keluar lapangan, dan David Unsworth membuat skor kembali imbang 2-2 lewat tendangan penaltinya.

Gary McAllister kemudian menentukan kemenangan The Reds dengan tendangan bebas spektakuler dari luar kotak penalti di menit 93, dan memastikan tiga poin ke seberang Merseyside.

06 :
Chelsea 4-4 Liverpool
Liga Champions, 14 April 2009

Satu lagi pertandingan yang menghibur di kancah Eropa, semua berkat permainan yang ketat dan penuh taktik.

Liverpool membutuhkan kemenangan dengan margin setidaknya dua gol menyusul kemenangan Chelsea 3-1 pada leg pertama di Anfield, jadi mereka pun tak memiliki niat untuk bertahan.

Banyak yang meragukan kalau Liverpool bisa menembus pertahanan Chelsea, namun mereka malah unggul 2-0 sampai pertengahan babak pertama lewat Fabio Aurelio dan penalti Xabi Alonso.

Chelsea merespon gol tersebut dengan mencetak dua gol lewat Didier Drogba dan Alex demi membuyarkan semua kerja keras Liverpool di babak pertama, namun tim tamu tetap pantang menyerah.

Lampard seolah membunuh asa Liverpool dengan membawa Chelsea unggul 3-2, tetapi dalam dua menit gol dari Lucas Leiva dan Dirk Kuyt membawa mereka balik unggul 4-3 (agregat 6-5) - dan satu gol lagi bakal menuntaskan mimpi mereka.

Sayangnya, mereka gagal melakukannya dan satu gol tersebut justru dipetik Chelsea lewat aksi Frank Lampard yang meloloskan The Blues ke semifinal dengan skor agregat 7-5 dan mengakhiri laga yang menegangkan tersebut dengan skor 4-4.

05 :
Liverpool 3-1 Olympiakos
Liga Champions, 08 Desember 2004

Ini adalah salah satu laga yang melapangkan jalan Liverpool menuju kejayaan mereka kala itu, dan sekali lagi semua berkat penampilan inspirasional dari sang kapten, Steven Gerrard.

The Reds butuh menang dengan margin dua gol demi memastikan mereka lolos dari fase grup, tapi semuanya seakan sirna ketika Rivaldo membawa tim tamu memimpin.

Dengan barisan pemain 'kelas dua' macam Chris Kirkland, Djimi Traore, Florent Sinama-Pongolle, Antonio Nunez, Harry Kewell, Milan Baros, dan Neil Mellor, mereka butuh tiga gol di babak kedua untuk lolos.

Hal itu sepertinya mustahil, namun Sinama-Pongolle membuat start yang bagus untuk Liverpool dengan menyamakan kedudukan di awal babak kedua, namun penantian panjang untuk gol berikutnya seolah tak pernah berakhir.

Akhirnya saat laga tersisa kurang dari satu menit, Neil Mellor membawa Liverpol unggul 2-1 dan dengan satu harapan yang mulai menipis, keajaiban terjadi. Mellor melepas umpan kepada Gerrard yang dengan tendangan volinya membawa Liverpool kepada kemenangan krusial dan bersejarah.

04 :
Liverpool 4-4 Arsenal
Liga Premier, 21 April 2009

Laga ini menandai penampilan gemilang meriam baru The Gunners, Andrei Arshavin.

Bintang Rusia tersebut membawa timnya unggul di pertengahan babak pertama memanfaatkan kesalahan Javier Mascherano, namun sundulan Fernando Torres menyamakan kedudukan di awal babak kedua.

Liverpool berbalik unggul lewat Yossi Benayoun sebelum Arshavin mencetak gol keduanya, kali ini memanfaatkan kesalahan Alvaro Arbeloa. Satu kesalahan lagi dari Fabio Aurelio, membuat Arshavin mengemas hat-trick tiga menit berselang.

Dua menit kemudian tendangan Torres membuat kedudukan kembali imbang 3-3. Upaya Liverpool untuk terus menekan membuat pertahanan mereka terbuka, dan Arshavin mencetak gol keempatnya lewat serangan balik di injury time babak kedua.

Saat Arsenal berpikir kalau mereka telah memenangkan laga, dan Liverpool mulai kehilangan harapan untuk meraih poin, satu drama lagi terjadi saat Benayoun berhasil menyamakan kedudukan tak lama berselang.

03 :
Manchester United 1-4 Liverpool
Liga Premier, 14 Maret 2009

Rivalitas antara Manchester United dan Liverpool selalu membuat pertemuan keduanya menarik, tak terkecuali laga ini.

The Reds sepertinya akan dipermalukan di Old Trafford saat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo membawa tuan rumah unggul di menit 23, namun ternyata itu menjadi gol tunggal United dalam laga ini.

Dalam tempo lima menit, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan lewat Fernando Torres yang sebelumnya memanfaatkan kesalahan Nemanja Vidic. Sebelum turun minum, tim tamu berbalik unggul lewat penalti Steven Gerrard setelah ia dilanggar Patrice Evra di kotak 16.

Penampilan buruk Vidic berlanjut di babak kedua ketika ia menjatuhkan Gerrard saat hendak menuntaskan peluang, membuatnya diganjar kartu merah dan dari tendangan bebas yang tercipta, Fabio Aurelio memperbesar keunggulan Liverpool menjadi 3-1.

Andrea Dossena kemudian menutup kemenangan manis Liverpool dengan tendangan lob-nya. Dan meski United akhirnya menjadi juara musim tersebut, kekalahan memalukan dari sang rival abadi itu tak akan pernah bisa mereka lupakan.

02 :
Liverpool 3-3 AC Milan
Liga Champions, 25 Mei 2005

Mungkin tak ada lagi yang bisa dikatakan untuk laga ini selain 'luar biasa'.

Liverpool menyongsong laga ini dengan status underdog karena skuad mereka yang kalah bersinar ketimbang Milan. Dan mereka seolah siap untuk menelan kekecewaan saat babak pertama dibuka.

Paolo Maldini mencetak gol cepat di awal pertandingan sebelum dua gol Hernan Crespo membawa Milan menjauh saat memasuki jeda.

Masuknya Dietmar Hamann di babak kedua memberi banyak perbedaan, membuat Steven Gerrard lebih leluasa bergerak dan kapten Liverpool itu membangkitkan asa timnya dengan gol di menit 53, sebelum Vladimir Smicer memperkecil ketinggalan menjadi 3-2 semenit kemudian.

Pelanggaran Gennaro Gattuso terhadap Gerrard di kotak terlarang memberi hadiah penalti untuk Liverpool yang dituntaskan oleh Xabi Alonso - dalam waktu enam menit Liverpool membalikkan defisit tiga gol melawan salah satu tim dengan pertahanan terbaik, sungguh kebangkitan yang luar biasa.

Tak cukup di situ, pemain yang kurang diperhatikan di Anfield kemudian menjadi pahlawan. Djimi Traore menghalau sundulan Andriy Shevchenko di garis gawang, sebelum kiper Jerzy Dudek bermain gemilang untuk menggagalkan dua peluang Shevchenko dari jarak dekat.

Dan sekali lagi Shevchenko gagal menaklukkan Dudek, kali ini dalam drama adu penalti yang menentukan, demi membawa Liverpool merengkuh gelar Liga Champions kelima mereka.

01 :
Liverpool 5-4 Deportivo Alaves
Piala UEFA, 16 Mei 2001

Laga ini menempati posisi teratas karena memiliki segala yang diharapkan dari sebuah pertandingan sepak bola - menarik, menghibur sekaligus menegangkan dan mungkin adalah salah satu laga terbaik sepanjang masa.

Lebih menarik lagi adalah fakta bahwa laga ini bak David versus Goliath - The Reds adalah klub besar yang tengah mengejar gelar ketiga mereka, sementara Deportivo Alaves adalah klub Spanyol yang relatif tak dikenal.

Markus Babbel membawa Liverpool unggul cepat sebelum digandakan Steven Gerrard hanya dalam tempo 20 menit, namun pergantian efektif yang dilakukan Alaves dengan memasukkan Ivan Alonso di menit 23 membuahkan hasil kala ia mencetak gol lima menit kemudian.

Pelanggaran kiper Alaves terhadap Michael Owen berbuntut penalti yang dituntaskan sempurna oleh Gary McAllister demi membawa Liverpool unggul mutlak 3-1 memasuki jeda turun minum.

Pertandingan babak kedua dimulai dengan cepat, dan Javi Moreno segera membobol gawang Liverpool di menit 48 diikuti gol keduanya di menit 51 untuk membawa Alaves menyamakan kedudukan 3-3.

Keyakinan Alaves yang membumbung tinggi seolah dibuyarkan Robbie Fowler dengan golnya di menit 73 tetapi mantan pemain Manchester United, Jordi Cruyff membuyarkan kemenangan Liverpool di menit akhir dan memaksa laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Di babak tambahan ini, kembali tercipta drama, dengan dua gol yang dibatalkan untuk kedua kubu serta satu kartu merah untuk pemain Alaves, Magno Mocelin di 15 menit pertama.

Kapten Alaves, Antonio Karmona, pun menerima kartu kuning kedua dan dari tendangan bebas tersebut Delfi Geli melesakkan bola ke gawang sendiri - pertandingan pun disudahi dengan golden goal bunuh diri.

Sembilan gol, dua kartu merah, satu penalti, dua kali bangkit dari ketinggalan, satu gol bunuh diri dan gol yang menyamakan kedudukan di menit akhir dalam partai final yang melengkapi gelar treble - sungguh partai yang sulit dilupakan.

Sumber: DISINI

Kamis, 29 Maret 2012

Hasil Leg Pertama Babak Perempat Final UCL 2011/2012


Ini dia hasil leg pertama babak perempat final Liga Champions musim 2011/2012..

  • Selasa, 27 Maret 2012:
  1. APOEL Nicosia vs Real Madrid = 0-3 (0-1 Benzema 73'; 0-2 Kaka 82'; 0-3 Benzema 90') | di Neo GSP Stadium
  2. Benfica vs Chelsea = 0-1 (0-1 Kalou 75') | di Estadio Da Luz

  • Rabu, 28 Maret 2012:
  1. AC Milan vs Barcelona = 0-0 | di Stadion San Siro
  2. Olympique Marseille vs Bayern Muenchen = 0-2 (0-1 Gomez 44'; 0-2 Robben 69') | di Stade Velodrome

---

Minggu, 25 Maret 2012

Jadwal Perempat Final UCL 2011/2012



Perempat final 1: APOEL Nicosia vs Real Madrid
Perempat final 2: Olympique Marseille vs Bayern Munchen
Perempat final 3: SL Benfica vs Chelsea
Perempat final 4: AC Milan vs Barcelona

Tim yang disebut pertama, akan memainkan laga di kandangnya pada leg pertama.
Leg pertama 27 dan 28 Maret 2012
Leg kedua 3 dan 4 April 2012

Hasil Leg Kedua Babak 16 Besar UCL 2011/2012

Sekedar catatan gila bola. hehee.

Arsenal vs AC Milan = 3-0 (1-0 Koscielny 7’; 2-0 Rosicky 26’; 3-0 Van Persie–pen 43’)
AC Milan lolos ke babak perempat final dengan agregat 4-3
Emirates Stadium - London

Bayern Muenchen – Basel = 7-0 (1-0 Robben 11’; 2-0 Muller 42’; 3-0 Gomez 44’; 4-0 Gomez 50’; 5-0 Gomez 61’; 6-0 Gomez 67’; 7-0 Robben 81’)
Bayern Muenchen lolos ke babak perempat final dengan agregat 7-1
Allianz Arena – Muenchen

Benfica vs Zenit St. Petersburg = 2-0 (1-0 Pereira 45+1’; 2-0 Oliveira 90+3’)
Benfica lolos ke babak perempat final dengan agregat 4-3
Estadio da Luz – Lisboa

Chelsea vs Napoli = 4-1 (1-0 Drogba 28’; 2-0 Terry 47’; 2-1 Inler 55’; 3-1 Lampard–pen 75’; 4-1 Ivanovic 105’)
Chelsea lolos ke babak perempat final dengan agregat 5-4
Stamford Bridge – London

APOEL Nicosia vs Olympique Lyon = 1-0 (1-0 Manduca 9’)
APOEL Nicosia lolos ke babak perempat final melalui drama adu penalti 4-3
Stadion Neo GSP – Strovolos

Inter Milan vs Olympique Marseille = 2-1 (1-0 Diego Milito 75’; 1-1 Brandao 90+2’; 2-1 Pazzini–pen 90+6’)
Olympique Marseille lolos ke babak perempat final dengan agresivitas gol tandang [agregat 2-2]
Stadio Giuseppe Meazza – Milano

Barcelona – Bayer Leverkusen = 7-1 (1-0 Messi 25’; 2-0 Messi 42’; 3-0 Messi 49’; 4-0 Tello 55’; 5-0 Messi 58’; 6-0 Tello 62’; 7-0 Messi 84’; 7-1 Bellarabi 90’)
Barcelona lolos ke babak perempat final dengan agregat 10-1
Camp Nou – Barcelona

Real Madrid vs CSKA Moscow = 4-1 (1-0 Higuain 26’; 2-0 Ronaldo 55’; 3-0 Benzema 70’; 3-1 Tosic 77’; 4-1 Ronaldo 90+4’)
Real Madrid lolos ke babak perempat final dengan agregat 5-2
Estadio Santiago Bernabeu – Madrid

Rabu, 21 Maret 2012

Hasil Babak 16 Besar Liga Europa 2011/2012

Sudah telat memposting tulisan ini, namun tak apalah, hanya sebagai sekedar catatanku.

Leg Pertama (8 Maret 2012)
  1. Metalist Kharkiv vs Olympiakos = 0-1
  2. Sporting Lisabon vs Manchester City = 1-0
  3. FC Twente vs Schalke 04 = 1-0
  4. Standard Liege vs Hannover = 2-2
  5. Valencia vs PSV Eindhoven = 4-2
  6. AZ Alkmaar vs Udinese = 2-0
  7. Atletico Madrid vs Besiktas = 3-1
  8. Manchester United vs Athletic Bilbao = 2-3

Selasa, 28 Februari 2012

Liverpool Akrab dengan Kerja Keras

London - Paceklik gelar sejak 2006 sukses diakhiri Liverpool dengan kemenangan di Piala Liga Inggris musim ini, meski harus berusaha sampai babak adu penalti. Liverpool memang terbiasa dengan kerja keras di partai puncak.

Di Wembley, Senin (27/2/2012) dinihari WIB, Liverpool keluar sebagai juara Piala Liga Inggris usai menyudahi perlawanan Cardiff City.

Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua kesebelasan saling balas bikin gol. Setelah waktu 2x45 menit berakhir 1-1, laga memasuki extra time yang juga disudahi dengan skor imbang, kali ini 2-2.

Laga tersebut akhirnya memasuki adu tos-tosan, dengan 'Si Merah' sempat dalam tekanan karena dua penendang pertamanya, Steven Gerrard dan Charlie Adam, gagal menjalankan tugas.

Akan tetapi, Anfield Gang pada akhirnya tetap keluar jadi pemenang di babak adu penalti itu dengan skor 3-2. Liverpool pun kembali meraih gelar juara sejak kali terakhir melakukannya tahun 2006 silam.

Kerja keras semacam ini bukan hal asing untuk Liverpool, setidaknya dalam satu dekade terakhir, ketika mereka sampai ke partai puncak. Beberapa di antaranya adalah pada tahun 2001 di Piala UEFA, Piala FA dan Piala Liga Inggris, pada tahun 2005 di Liga Champions, dan pada tahun 2006 di Piala FA.

Seperti kali ini, final Piala Liga Inggris tahun 2001 juga harus diselesaikan Liverpool lewat adu penalti setelah terus-terusan bermain imbang 1-1 lawan Birmingham. Di babak adu penalti Liverpool menang 5-4.

Pada tahun yang sama di final Piala FA, Liverpool harus tertinggal lebih dulu dari Arsenal lewat gol Fredrik Ljungberg pada menit 72, sebelum berbalik unggul dan menang melalui sepasang gol Michael Owen pada menit 83 dan 88.

Masih di tahun 2001, Liverpool harus mati-matian menjinakkan alotnya perlawanan Deportivo Alaves di final Piala UEFA sebelum akhirnya menang 5-4 di extra time.

Berganti tahun ke tahun 2005, Liverpool sepertinya sudah akan kalah dari AC Milan di final Liga Champions setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Namun, bermodal kerja keras dan semangat Gerrard cs berhasil mencetak tiga gol balasan di paruh kedua dan akhirnya memaksa laga dituntaskan lewat adu penalti. Di babak ini Liverpool unggul 3-2 dan menjadi juara.

Kesuksesan teranyar Liverpool sebelum tahun ini, tahun 2006 juga tak lepas dari kerja keras. Di final Piala FA 2006 menghadapi West Ham, Liverpool bermain imbang 3-3 selama 2x45 menit dan extra time dan membuat laga kembali harus memasuki adu penalti. Kemenangan dipetik lewat skor 3-1 di babak itu.

Gerrard, yang tampil di seluruh kemenangan tersebut, mengakui kalau Liverpool sepertinya memang harus meraih kemenangan dengan kerja keras di final.

"Kami selalu melakukannya dengan kerja keras, tapi tak peduli bagaimana Anda melakukannya karena yang terpenting pada akhirnya Anda ada di sana (takhta juara)," tegas Gerrard di Sky Sports.

Tulisan Kris Fathoni W - wartawan detikSport

Congrats, LIVERPOOL FC



London - Akhirnya, yang ditunggu-tunggu oleh Liverpudlian seluruh dunia telah terwujud. Setelah 6 tahun puasa gelar, Liverpool FC kembali menambah koleksi piala di lemari kaca piala-piala yang telah ada sebelumnya. Terakhir Liverpool mencicipi gelar juara adalah pada tahun 2006, di mana saat itu Liverpool menjadi juara piala FA. Yah, Liverpool tampil sebagai Juara Piala Liga Inggris (Piala Carling) 2012 usai menundukkan Cardiff City melalui drama adu penalti di Stadion Wembley, London.
Sebelum perebutan gelar di Wembley, Senin (27/2/2012) dinihari WIB, Liverpool sudah memiliki tujuh gelar juara di Piala Liga Inggris. Jumlah itu lebih banyak dua titel dari tim tersukses kedua di ajang tersebut, Aston Villa. Total Liverpool kini memiliki delapan titel Piala Liga Inggris yang diraih pada tahun 1981, 1982, 1983, 1984, 1995, 2001, 2003, dan 2012. Sementara pada tiga kesempatan lain masuk final--1978, 1987, 2005--Liverpool hanya menjadi runner-up.
Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Liverpool, untuk segera merebut gelar perdana Liga Inggris di era Premier League. Amin

Jalannya pertandingan

  • Baru satu menit laga berjalan Liverpool sudah memberi ancaman. Glen Johnson melepaskan tembakan melengkung di sedikit luar kotak penalti tapi bola masih membentur mistar.
  • Cardiff membuat peluang pertamanya di menit 19 dan langsung berbuah gol. Diawali bola yang tak disapu sempurna oleh barisan belakang Liverpool, Kenny Miller mendapatkannya dan langsung memberi umpan terobosan kepada Mason.
  • Mason yang bebas dengan mudah menaklukkan Pepe Reina lewat sebuah tembakan mendatar melewati kakinya. Cardiff 1-0 Liverpool.
  • Di menit 42 Luis Suarez punya peluang di depan kotak penalti. Tapi sayang tembakannya masih terlalu lemah dan bola bisa diamankan kiper Cardiff.
  • Semenit setelahnya dari sebuah free kick Steven Gerrard, bola dilepaskan kotak penalti dan Daniel Agger menanduknya. Bola masih tepat ditangkap Tom Heaton.
  • Skor 1-0 pun tetap bertahan hingga turun minum.
  • Sejam laga berjalan Liverpool akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Diawali korner Stewart Downing, bola mengarah ke Andy Carroll dan diumpan ke Suarez.
  • Suarez menanduk bola tapi masih menerpa tiang. Bola rebound langsung disambar Skrtel untuk menciptakan gol.
  • Liverpool masih unggul di paruh kedua laga ini dengan menciptakan beberapa peluang namun masih gagal menembus gawang Cardiff yang dijaga Heaton.
  • Di menit 85 Miller nyaris saja membuat gol kedua Cardiff. Setelah lolos dari penjagaan pemain-pemain Liverpool, ia berdiri bebas dan melepaskan sepakan yang sayang bola masih melayang.
  • Gerrard punya peluang di masa injury time tapi tembakannya masih melayang di atas mistar. Alhasil skor 1-1 tetap bertahan dan laga dilanjutkan ke Extra Time 2x15 menit.
  • Kuyt! Liverpool akhirnya berbalik unggul di menit 107. Kuyt melakukan solo run dari tengah lapangan dan diakhiri dengan sepakan ke arah gawang. Tapi bola tertahan kaki bek Cardiff.
  • Bola rebound kembali ke arah Kuyt dan tanpa ampun langsung disambut tembakan keras yang menghujam pojok kiri gawang Heaton. Cardiff 1-2 Liverpool.
  • Kemenangan Liverpool di depan mata akhirnya sirna ketika Ben Turner di menit 117 menciptakan gol penyama kedudukan memanfaatkan kemelut di depan gawang Reina.
  • Akhirnya skor 2-2 bertahan hingga dua kali extra time usai dan adu penalti harus dilakukan untuk menentukan pemenangnya.
  • Dalam drama adu penalti Liverpool sempat diambang kegagalan setelah dua penendang awal, Steven Gerrard dan Charlie Adam, gagal menuntaskan tugasnya. Sementara itu Don Cowie membawa Cardiff memimpin 1-0.
  • Tapi tiga eksekutor Liverpool selanjutnya yakni Stewart Downing, Dirk Kuyt dan Glen Johnson sukses menunaikan tugasnya.
  • Sementara Cardiff hanya sukses menambah satu lewat Peter Wittingham sebelum tendangan eksekutor kelimanya, Anthony Gerrard, melenceng dan membuat Liverpool keluar sebagai pemenang.


Susunan pemain
Cardiff: Heaton; McNaughton (Blake 106'), Hudson (A.Gerrard 98'), Turner, Taylor; Cowie, Gunnarsson, Whittingham, Gestede, Mason (Kiss 90'); Miller.
Liverpool: Reina; Johnson, Skrtel, Agger (Carragher 87'), Jose Enrique; Henderson (Bellamy 57'), Gerrard, Adam, Downing; Suarez, Carroll (Kuyt 103')

Sumber: detiksport.com

Minggu, 26 Februari 2012

Hasil Babak 32 Besar dan Jadwal Babak 16 Besar Liga Europa 2011/2012

Leg Pertama (17 Februari 2012)

  1. Rubin Kazan vs Olympiakos = 0 - 1
  2. Braga vs Besiktas = 0 -2
  3. Locomotiv Moscow vs Athletic Bilbao = 2 - 1
  4. Ajax Amsterdam vs Manchester United = 0 - 2
  5. Salzburg vs Methalist Kharkiv = 0 - 4
  6. AZ Alkmaar vs Anderlecht = 1 - 0
  7. Lazio vs Atletico Madrid = 1 - 3
  8. FC Viktoria Plzen vs Schalke 04 = 1 - 1
  9. Legia Warsaw vs Sporting Lisabon = 2 - 2
  10. FC Porto vs Manchester City = 1 - 2
  11. Stoke City vs Valencia = 0 - 1
  12. Steaua Buchuresti vs FC Twente = 0 - 1
  13. Wisla Krakow vs Standard Liege = 1 - 1
  14. Udinese vs PAOK Saloniki = 0 - 0
  15. Trabzonspor vs PSV Eindhoven = 1 - 2
  16. Hannover vs Club Brugge = 2 - 1


Leg Kedua (24 Februari 2012)

  1. Manchester City vs FC Porto = 4 - 0 (Manchester City lolos ke babak 16 besar dengan agregat 6-1)
  2. Athletic Bilbao vs Locomotiv Moscow = 1 - 0 (Athletic Bilbao lolos ke babak 16 besar dengan agresivitas gol tandang <agregat 2-2>)
  3. Valencia vs Stoke City = 1 - 0 (Valencia lolos ke babak 16 besar dengan agregat 2-0)
  4. FC Twente vs Steaua Buchuresti = 1 - 0 (FC Twente lolos ke babak 16 besar dengan agregat 2-0)
  5. Standard Liege vs Wisla Krakow = 0 - 0 (Standard Liege lolos ke babak 16 besar dengan agresivitas gol tandang <agregat 1-1>)
  6. PAOK Saloniki vs Udinese = 0 - 3 (Udinese lolos ke babak 16 besar dengan agregat 3-0)
  7. PSV Eindhoven vs Trabzonspor = 4 - 1 (PSV Eindhoven lolos ke babak 16 besar dengan agregat 6-2)
  8. Club Brugge vs Hannover = 0 - 1 (Hannover lolos ke babak 16 besar dengan agregat 3-1)
  9. Manchester United vs Ajax Amsterdam = 1 - 2 (Manchester United lolos ke babak 16 besar dengan agregat 3-2)
  10. Metalist Kharkiv vs Salzburg = 4 - 1 (Methalist Kharkiv lolos ke babak 16 besar dengan agregat 8-1)
  11. Olympiakos vs Rubin Kazan = 1 - 0 (Olympiakos lolos ke babak 16 besar dengan agregat 2-0)
  12. Anderlecht vs AZ Alkmaar = 0 - 1 (AZ Alkmaar lolos ke babak 16 besar dengan agregat 2-0)
  13. Schalke 04 vs FC Viktoria Plzen = 3 - 1 (Schalke 04 lolos ke babak 16 besar dengan agregat 4-2)
  14. Besiktas vs Braga = 0 - 1 (Besiktas lolos ke babak 16 besar dengan agregat 2-1)
  15. Sporting Lisabon vs Legia Warsaw = 1 - 0 (Sporting Lisabon lolos ke babak 16 besar dengan agregat 3-2)
  16. Atletico Madrid vs Lazio = 1 - 0 (Atletico Madrid lolos ke babak 16 besar dengan agregat 4-1)


JADWAL BABAK 16 BESAR LIGA EUROPA

  1. Metalist Kharkiv vs Olympiakos
  2. Sporting Lisabon vs Manchester City
  3. FC Twente vs Schalke 04
  4. Standard Liege vs Hannover
  5. Valencia vs PSV Eindhoven
  6. AZ Alkmaar vs Udinese
  7. Atletico Madrid vs Besiktas
  8. Manchester United vs Athletic Bilbao


Leg Pertama = 8 Maret 2012
Leg Kedua = 15 Maret 2012

Hasil Leg Pertama Babak 16 Besar UCL 2011/2012

  1. Olympique Lyonnais vs APOEL Nicosia = 1 - 0 (1-0 Alexandre Lacazette 58') at Stade Gerland - Lyon
  2. Bayer Leverkusen vs Barcelona = 1 - 3 (0-1 Alexis Sanchez 41'; 1-1 Michal Kadlec 52'; 1-2 Alexis Sanchez 55'; 1-3 Lionel Messi 88') at Bay Arena - Leverkusen
  3. Zenit St. Petersburg vs Benfica = 3 - 2 (0-1 Maximiliano Pereira 20'; 1-1 Roman Shirokov 27'; 2-1 Sergey Semak 71'; 2-2 Oscar Cardozo 87'; 3-2 Roman Shirokov 88') at Stadion Petrovskij, St. Petersburg - Sankt-Peterburg (St. Petersburg)
  4. AC Milan vs Arsenal = 4 - 0 (1-0 Kevin Prince Boateng 15'; 2-0 Robinho 38'; 3-0 Robinho 49'; 4-0 Zlatan Ibrahimovic (pen) 79') at Stadio Giuseppe Meazza - Milano
  5. CSKA Moscow vs Real Madrid = 1 - 1 (0-1 Cristiano Ronaldo 28'; 1-1 Pontus Wernbloom 90+3') at Olimpiyskiy stadion Luzhniki - Moskva
  6. Napoli vs Chelsea = 3 - 1 (0-1 Juan Mata 27'; 1-1 Ezequiel Lavezzi 39'; 2-1 Edinson Cavani 45+2'; 3-1 Ezequiel Lavezzi 65') at Stadio San Paolo - Napoli
  7. FC Basel vs Bayern Muenchen = 1 -0 (1-0 Valentin Stocker 86') at St. Jakob Park - Basel
  8. Olympique de Marseille vs Inter Milan = 1 - 0 (1-0 Andre Ayew 90+3') at Stade Velodrome - Marseille

Senin, 20 Februari 2012

Suara Del Piero Sadarkan Bocah yang Koma

Roma - Sebuah kisah menyentuh dengan melibatkan Alessandro del Piero baru saja terjadi di Italia. Suara pesepakbola Juventus itu berhasil menyadarkan anak gadis berusia 12 tahun yang tengah koma.

Anak gadis yang sadar dari koma tersebut bernama Giada. Tak diketahui apa penyebab dia sampai koma, yang jelas Giada sudah beberapa malam hilang kesadaran.

Seperti diberitakan Marca, Giada adalah fans berat Del Piero. Bahkan di kamar di rumah sakit tempat dia berbaring selama koma dipenuhi beragam poster dan foto Del Piero.

Tersentuh dengan apa yang dialami Giada, Del Piero kemudian mengirimkan sebuah video. Pesan dalam video itu sangat singkat, hanya berisi dorongan semangat agar Giada kembali tersadar dan bisa beraktivitas lagi serta menyaksikan Del Piero mencetak gol.

"Hi Giada, saya Alessandro Del Piero. Saya harap kamu bisa tersadar secepatnya, dan melihat saya mencetak gol. Saya juga ingin bertemu kamu," demikian Del Piero memberi pesan buat Giada.

Diungkapkan oleh ayah Giada yang bernama Francesco, saat mendengarkan suara Del Piero tersebut Giada memberi respon dengan menggerak-gerakkan jarinya. Dan hanya dalam hitungan beberapa jam kemudian, Giada tersadar dari komanya.

Sumber:
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2012/02/10/141420/1839342/424/suara-del-piero-sadarkan-bocah-yang-koma?b991105424

Minggu, 05 Februari 2012

Babak 16 Besar UEFA Champions League 2011/2012



Walaupun Liverpool tidak berpartisipasi dalam Liga Champions Eropa 2011/2012, UCL tetap menarik untuk diikuti. Akankah Barcelona kembali merajai Eopa? Atau ada klub lain yang mampu merobohkan hegemoni el Barca? Wah wah, endingnya belom bisa ditebak. :D
Ini dia 8 pertandingan babak 16 besar Liga Champions Eropa musim 2011/2012 yang sayang bgd kalo ampe ketinggalan.

  1. Olympique Lyon (FRA) vs APOEL (CYP)
  2. Napoli (ITA) vs Chelsea (ENG)
  3. AC Milan (ITA) vs Arsenal (ENG)
  4. FC Basel (SUI) vs Bayern Muenchen (GER)
  5. Bayern Leverkusen (GER) vs Barcelona (SPA)
  6. CSKA Moskva (RUS) vs Real Madrid (SPA)
  7. Zenit St Petersburg (RUS) vs Benfica (POR)
  8. Marseille (FRA) vs Inter Milan (ITA)