Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2016

L A N G K A

💖💝 _*Yang langka itu, Istri yang*_ :

🔹tunduk patuh pada suami ;
🔹senantiasa berseri2 saat dipandang ;
🔹ridha terdiam saat suami marah ;
🔹tidak merasa lebih, apalagi meninggikan suara ;
🔹paling cantik di hadapan suami ;
🔹paling harum saat menemani suami beristirahat ;
🔹tidak menuntut keduniaan yang tidak mampu diberikan suaminya ;
🔹sadar bahwa ridha-Nya ada pada ridha suaminya.

💖💝 _*Yang langka itu, Suami yang*_ :

🔹mengerti bahwa istrinya bukan pembantu ;
🔹sadar, tidak melulu ingin dilayani ;
🔹malu jika menyuruh ini itu karena tau istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah ;
🔹tidak berharap keadaan rumah selalu rapi saat pulang karena sadar itulah risiko hadirnya amanah² yang masih kecil ;
🔹sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya ;
🔹rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena rasa sayangnya terhadap istrinya yang kelelahan.

💖💝 _*Yang langka itu, Anak Lelaki yang*_ :

🔹sadar bahwa Ibunya yang paling berhak atas dirinya ;
🔹mengutamakan dan memperhatikan urusan Ibunya ;
🔹lebih mencintai Ibunya dibanding istri dan anak²nya ;
🔹sadar bahwa surganya ada pada keridhaan Ibunya.

💖💝 _*Yang langka itu, Orang Tua yang*_ :

🔹sadar bahwa anak perempuannya bukan lagi miliknya setelah menikah ;
🔹selalu menasihati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak menyuruhnya kepada perkara yang munkar ;
🔹sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pada ridha suaminya.

💖💝 _*Yang langka itu, Seorang Ibu yang*_ :

🔹meskipun tau bahwa surga berada di bawah telapak kakinya, namun tidak pernah sekalipun menyinggung hal tersebut saat anaknya ada kelalaian terhadapnya ;
🔹selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pada anak²nya adalah hasil didikannya yang salah selama ini ;
🔹sadar bahwa jika dirinya salah berucap atau berdo'a keburukan, maka malaikat akan mengaminkan do'anya.

💖💝 _*Yang langka itu, Anak yang*_ :

🔹senantiasa mendoakan kebaikan bagi orang tuanya dalam keheningan sepertiga malam terakhir, meskipun sehari-hari dalam kesibukan rumah tangga, kesibukan usaha maupun kesibukan pekerjaannya.

💖💝 _*Yang langka itu, Orang-orang yang*_ :

🔹saling memberikan nasihat dalam kebenaran dan kesabaran ;
🔹saling memaklumi jika hal² di atas lupa atau lalai dilakukan ;
🔹saling memaafkan diantara mereka, sehingga rahmat Allah berada di antara mereka.


Dan Allah dengan kemurahan-Nya memaafkan kesalahan² mereka.

Semoga kita termasuk kelompok yang *LANGKA* itu....

آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

Source:
Pesan Whatsapp Grup BSN79

Sabtu, 17 September 2016

Ribut

Adalah Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah qabliyah Maghrib dan menyatakan keshahihannya. Tetapi sungguh aneh, belum pernah para muridnya menyaksikan beliau mengamalkan ibadah tersebut.
"Mengapa?", tanya mereka.
"Sebab penduduk Baghdad telanjur mengambil pendapat Imam Abu Hanifah", ujar beliau, "Yang menyatakan tiadanya shalat qabliyah Maghrib. Kalau aku mengamalkan hal yang berbeda, niscaya akan menimbulkan keributan di antara mereka."

Meninggalkan suatu sunnah yang diyakini keutamaannya demi terjaganya harmoni masyarakat ternyata adalah 'amal utama.
"Karena itu para Aimmah seperti Imam Ahmad atau yang lainnya", demikian ditulis Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, "Menganggap sunnah apabila seorang imam meninggalkan hal-hal yang menurutnya lebih utama, jika hal itu dapat menyatukan makmum."

Inilah mengapa ketika Buya Hamka menyilakan KH Abdullah Syafi'i berkhuthbah di Masjid Agung Al Azhar, adzan beliau minta dikumandangkan dua kali. Ini pula mengapa, KH Idham Cholid tidak berqunut ketika tahu ada Buya Hamka menjadi makmumnya dalam kapal yang mengangkut mereka berhaji, sementara Buya Hamka justru berqunut karena tahu KH Idham Cholid ada di belakangnya.

"Demikian juga orang-orang yang menganggap melirihkan suara ketika membaca basmalah (dalam shalat berjamaah) adalah lebih utama atau sebaliknya", sambung Ibn Taimiyah, "Sedangkan makmum berbeda dengan pendapat atau madzhabnya, maka dia boleh mengerjakan yang kurang afdhal demi menjaga kemashlahatan persatuan. Hal ini lebih kuat dibandingkan permasalahan mana yang afdhal dari kedua perkara tersebut, dan ini adalah baik."

Jalan sunnah adalah jalan tak suka ribut tentang khilafiyah furu'iyyah. Jalan sunnah adalah jalan yang meminta kita tak perlu tampil mencolok dan terlihat berbeda.

Adalah Imam Ahmad ibn Hanbal menekankan hal ini sampai soal berpakaian. Beliau menegur seorang yang ditemuinya di Baghdad dalam keadaan memakai pakaian penduduk Makkah.
"Tidak cukupkah bagimu pakaian yang biasa dikenakan orang 'Iraq?"
"Bukankah ini pakaian yang baik, pakaian dari tempat bermulanya Islam?"
"Ya", jawab beliau, "Akan tetapi aku khawatir pakaian itu menghinggapkan rasa sombong dan aku khawatir ia adalah pakaian kebanggaan (libasusy syuhrah) yang dilarang oleh Rasulullah, karena dikenakan agar pemakainya tampak menonjol di tengah khalayak."

-Ust. Salim A. Fillah-

Sabtu, 13 Agustus 2016

Nasihat Kehidupan Pernikahan

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda, karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila Anda berpikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%.

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rejeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah bersikap lembut tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau kekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran
Ada kekuatan di dalam cinta dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

-anonim-

Selasa, 05 Juli 2016

Surat Akhir Ramadhan

Saudaraku,
Aku akan pulang...
Sudah 29 hari  aku bertamu, namun seringkali aku ditinggal sendirian.

Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.

Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh...

Alquran hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Shalat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.

Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.

Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak kan menyesal kau kutinggalkan.

Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesia-siaan.

Percayalah, Aku pulang belum tentu kan kembali datang...
Sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Masih ada sehari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar pulang...

"Karena TIDAK ADA JAMINAN umurmu akan bertemu lagi, di Ramadhan yg akan datang"

Saudaramu,
---RAMADHAN---

sumber:
~anonim~

Kamis, 16 Juni 2016

Ramadhan dan Paradoksnya

Setiap puasa saya selalu mengenang Jean dan Garry, penganut ajaran Mormonisme, sebuah sekte Kristiani, yang saya kenal di tahun 2001. Pasangan dari Idaho-USA ini rajin puasa seminggu sekali. Selama puasa, sejumlah pengeluaran yang biasa digunakan untuk makan ini itu mereka sumbangkan untuk kegiatan bakti sosial di seluruh dunia. Kami berjumpa ketika mereka sedang bertugas mengalokasikan dana sekitar 6 milyar rupiah ke Indonesia, dana yang terkumpul dari ibadah puasa umat Mormon yang konon minoritas di negerinya, Amerika itu. “Mengapa memilih Indonesia ?” tanya saya. “Tidak hanya Indonesia. Kami juga melakukan bakti sosial ke negara-negara lain. Bagi kami semua manusia sama, karena kita tinggal di planet yang sama,” jawab Garry.

Bulan Ramadhan tahun berikutnya kami bertemu lagi. Dengan penuh hormat Jean menggenggam tangan saya dan berkata: “Alangkah hebatnya kalian, umat muslim, melakukan puasa selama 30 hari…. Pasti banyak sekali dana yang bisa dibagikan pada orang yang kurang beruntung….”

Saya merasa sedikit malu mengenang sinar mata Jean ketika mengucapkan kekaguman yang salah alamat itu. Barangkali karena saya tidak pernah mempersoalkan ritual bulan puasa kita yang lucu. Misalnya, kita memang tidak makan apa-apa sepanjang siang, tapi pengeluaran untuk makan selama bulan puasa malah lebih banyak dari biasanya. Ketika puasa baru berjalan setengah putaran, kita malah belanja lebih banyak lagi demi persiapan merayakan ‘kemenangan’ yang belum tentu kita pahami di akhir puasa nanti. Jika sebelum puasa mungkin ada sedikit uang, pada akhir puasa  tampaknya harus ada tekad besar untuk ‘menambal galian lubang’ di kocek kita, supaya bisa bikin lubang dengan tenang di bulan puasa tahun berikutnya. Dan itu masih belum apa-apa. Di daerah tapal kuda Jawa Timur dikenal istilah “telasan” yang berarti “habis-habisan belanja”, yang dilakukan selama seminggu setelah puasa berakhir. Tampaknya memang begitu cara kita menjalani bulan puasa. (“Kita ?” tanya seorang teman. “Elo aja kalee…”)

“TUHAN sendiri yang merancang dan memerintahkan puasa, jadi mestinya puasa lebih dari sekedar menghilangkan atau menggeser jadwal makan siang,” begitu kata teman saya lainnya. Puasa membuat tubuh belajar mengenali perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan memang bisa macam-macam sekali, maunya ada nasi soto, sate, lotek, atau burger. Padahal kebutuhan di baliknya ya cuma mengisi perut. Perhatian pada kebutuhan, bukan keinginan, akan membuat kita mengenali kembali kata ‘cukup’, kata yang sudah lama kita abaikan. Memahami kata ‘cukup’ justru akan membuat kita makan seperlunya, belanja seperlunya, beraktivitas seperlunya, dan  berapa saja seperlunya….

Keinginan juga bisa membuat kita tidak merasa cukup dengan rasa asli makanan yang diolah sekedarnya. Kita terbiasa dengan ekstra garam, gula, dan zat tambahan lain, yang semua itu fungsinya hanya memperdaya lidah dan ‘tombol lapar’ kita, membuat kita terjebak dalam urusan perut. Kini terbukti bahwa kita merupakan generasi yang tubuhnya tak perlu dilemahkan oleh penyakit aneh-aneh dari luar. Gaya hidup kita saja sudah cukup untuk menyakiti diri kita sendiri.

Beruntung ada bulan puasa, bulan yang bisa dimanfaatkan untuk mengenal kembali rasa asli makanan alami. “Setelah seharian menahan lapar, mestinya tidak sulit untuk merasa cukup dengan menyantap pisang tanpa zat tambahan sebagai makanan pembuka, sebagaimana Rasul menyantap buah kurma segar,” begitu kata teman saya. (Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, bagaimana kalau puasa malah membuat kita menjadi ‘pendendam’ yang ingin menebus keterbatasan di siang hari dengan pelampiasan yang hebat di malam hari ?)

Tapi memang rasa cukup itu hal yang paling mewah di dunia. Konon kata para sufi, rasa cukup itu identik dengan merasa kaya, bahkan bisa menjadikan kita lebih kaya harta dari sebelumnya. (Tentu saja, karena rasa cukup ini membuat kita tidak perlu ganti HP, ganti mobil, atau ganti pacar tiap tahun kan ? “Iya, tidak perlu tiap tahun. Cukup tiap 2-3 tahun,” celetuk teman saya yang lain lagi.) Rasa cukup itu bahasa Inggrisnya ‘contented’ alias puas dan senang. “Enough is equal to a feast”, kata pepatah bule. (Rasa cukup itu sepadan dengan kepuasan besar.) “He who knows not when he has enough is poor,” kata pepatah Jepang. (Orang yang tidak tahu arti cukup adalah orang miskin.) Orang yang tidak merasa cukup akan menjadi …p.e.r.u.s.a.k, kata seorang teman.  Lho, kok bisa ?

Rasa tidak cukup itu akan membuat kita sibuk menginginkan hal-hal yang tidak kita miliki, sehingga mengabaikan hal-hal yang kita miliki. Pengabaian itu membuat apa yang sebenarnya kita miliki itu ‘memberontak’, menjauh, melemah, hingga menghilang. Ada perempuan yang sibuk memoles diri agar bisa secantik selebriti, hingga mereka lupa memberi dukungan pada pesona uniknya sendiri. Ada orang tua yang sibuk mengejar kekuasaan dan kekayaan materi, hingga melupakan investasinya yang paling berharga, yaitu kekayaan batin si buah hati.

Saatnya kembali ke titik awal, dimana makan dan belanja kita untuk pemenuhan kebutuhan, bukan pelampiasan nafsu. Cukup berarti menginginkan (mensyukuri) atas apa yang kita miliki.

Mudah-mudahan puasa dan ritme tubuh baru yang dibentuknya akan membuat kita menjadi diri yang baru di akhir puasa, tepatnya diri yang penuh rasa hormat terhadap asal-usul kita sendiri (jati diri).

SELAMAT BERPUASA. 🙏

(Dicuplik dan diedit dari artikel berjudul “Puasa, Back To Origin” karangan Tuty Yosenda)

Rabu, 25 Mei 2016

Untuk Kita Renungkan

*Nokia* dulu menyebut Android sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dlm innovator dilemma. Sejarah mencatat, yg kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dlm kesunyian yg perih.

*Kodak* menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mrk akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan innovator dilemma yg akut. Akibatnya, ruangan ICU yg pengap menanti raga mrk yg merintih kesakitan.

*Intel dan Micorosoft* ( Dominasi yg dulu dikenal dgn duo Wintel ) terlalu menikmati kekuasannya dlm dunia PC dan Laptop, dan pelan2 terjebak innovator dilemma. Mereka terbuai dgn kekuasaannya, dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era mobile computing. Kini era PC/Laptop sdh hampir berakhir, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dlm era smartphone. Intel dan Microsoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam dan termangu. Dalam rasa penyesalan yg pedih dan pahit. Namun dlm bisnis, penyesalan tdk pernah mendapat tempat terhormat.

Pizza hut terus menerus mengenalkan menu baru setiap enam bulan. Sabun Lifebouy ber-kali2 melakukan rejuvenasi. Facebook dan Bukalapak juga selalu melakukan evolusi.

Nokia kolaps dihantam iPhone di tahun 2007, padahal produsen iPhone bukan perusahaan telco, namun dari industri komputer. Koran dan majalah mati bukan krn sesama rivalnya, namun karena Facebook dan Social Media ( remaja dan anak muda tak lagi kenal koran/majalah kertas. Mereka lebih asyik main Path, IG atau FB. Pelan tapi pasti industri koran dan majalah akan mati ).

Televisi seperti RCTI, Trans dan SCTV kelak akan kolaps bukan krn persaingan sesama pemain di industri yg sama, tapi dari makhluk alien bernama Youtube. Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis. Dan semua lari ke Youtube. Ini juga kelak akan terjadi di tanah air.

Industri taksi seperti Blue Bird goyah bukan karena pesaing sesama taksi, namun dr layanan taksi independen berbasis aplikasi. Di banyak negara, banyak perusahaan taksi konvensional mati digilas Uber dan layanan taksi berbasis aplikasi lain nya.

Dan kini produsen Toyota, BMW dan Mercedes Benz takut bukan karena persaingan sesama mereka. Namun krn kehadiran *TESLA*, yg entah dari mana tiba2 melakukan inovasi radikal dgn produk mobil berbasis elektrik, dengan teknologi mobil tanpa sopir atau otonom ( Autopilot Hardware ) ( Minggu lalu, mobil seri Tesla3 terjual hingga 300 ribu unit hanya dalam dua hari, padahal unitnya baru dirilis 2018. Jadi inden-nya dua tahun ).

Manusia yg dapat segera beradaptasi dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan survive. Jika tidak dapat beradaptasi perubahan maka mereka akan tersingkir dan punah dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud syukur.

*"Kuncinya adalah kerendahan hati & mau belajar dari kelebihan orang lain, jangan pernah meremehkan apapun & siapapun"*.

Source:
-anonim-

Senin, 30 Maret 2015

Untuk Calon Bapak Mertuaku

Assalamualaikum Wr. Wb.

Teruntuk wahai Bapak yang dirahmati Allah
Bapak yang telah mendidik putrinya dengan penuh kelembutan
Bapak dengan sebuah gurat kewibawaan nomor satu di keluarga
Bapak yang telah menjadi seorang imam untuk wanita yang kucintai

Perkenalkan, aku adalah lelaki itu
Seorang lelaki asing yang mencintai putrimu
Seorang lelaki yang siap meneruskan tanggung jawab membahagiakan putrimu

Bapak, aku adalah pria serba biasa
Aku bukan keturunan seorang ningrat ataupun raja
Aku juga bukanlah pria bergelimang harta
Dan aku bukan seorang pria dengan kedudukan tinggi di puncak takhta
Yang aku miliki hanyalah Allah dan Rasul-Nya

Aku bukanlah Yusuf dengan segala keelokan paras dan ketampanannya
Aku juga bukan Sulaiman yang bergelimang harta dan kuasa
Aku juga tidak setangguh Umar dalam membela panji agama
Maafkanlah segala kelancanganku untuk meminta putrimu
Aku sadar betul, ini merupakan keputusan besar untukmu…
Ini adalah perjudian penuh resiko dalam hidupmu
Untuk merestui putrimu bersanding denganku

Wahai Bapak,
Dengan segala keterbatasan yang aku miliki
Percayalah pada niat suciku
Niatku untuk menjadi imam terbaik untuk putrimu
Niatku untuk memuliakan putrimu menjadi seorang wanita sesungguhnya
Niatku untuk membuat cemburu bidadari surga kepada putrimu
Niatku tuk memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari rahimnya,
Cucumu kelak wahai Bapak
Dan niatku untuk menyempurnakan agamanya, agama kita

Akulah pria yang akan terus berusaha memantaskan diri untuk putrimu
Pria yang selalu berdoa dan bekerja untuk memberinya rezeki yang halal dan berkah
Pria yang dengan cintanya akan memenuhi nafkah untuknya

Wahai Bapak dengan segala kelembutan hati,
Aku takkan merebut putrimu dari sisimu
Sebagai imam, aku akan membimbingnya untuk selalu berbakti padamu juga ibunya
Karena engkau adalah pria nomor satu dalam hidupnya
Dan engkau adalah imam sekaligus walinya

Wahai Bapak,
Aku memohon padamu tuk bersedia jadi guruku
Seorang guru kehidupan sekaligus seorang teladan
Aku membutuhkan bimbinganmu tuk penuhi janjiku
Janji untuk bahagiakan putrimu
Ajari aku tentang kesabaran
Ajari aku juga tentang kelembutan
Karena aku yakin engkaulah sosok yang paling menguasainya
Dan aku akan menjadi murid paling beruntung di dunia

Wahai Bapak,
Izinkan aku menjadi seorang sahabat barumu
Sahabat yang senantiasa berbagi cerita dan merindukan nasihat
Izinkan aku menjadi rivalmu
Rival yang senantiasa terpacu untuk memberikan yang terbaik untuk putrimu
Izinkan aku menjadi anakmu
Anak yang akan berbakti dan mengabdi padamu

Wassalamualaikum Wr. Wb.

----
Sumber: Buku "Jangan Bodoh Mencari Jodoh"

Minggu, 01 Juli 2012

Jangan Jangan Jangan

 Delapan belas hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan. :)
  1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.
  2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
  3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
  4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan.
  5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, †Ã¢Ãži pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
  6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
  7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.
  8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.
  9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah, bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
  10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
  11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
  12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
  13. Jangan menunggu untuk diberi, tetapi memberilah maka kamu akan diberi.
  14. Jangan menunggu dihargai, tetapi hargailah orang lain maka kamu pasti akan dihargai.
  15. Jangan menunggu dihormati orang lain, tetapi hormatilah orang lain maka kamu akan dihormati.
  16. Jangan bertindak baru berpikir, tetapi berpikirlah sebelum bertindak!
  17. Jangan biarkan orang lain menunggumu, tetapi lebih baik jika kau menunggu untuk orang lain.
  18. Jangan menunggu disuruh baru melakukan, tetapi beinisyatiflah untuk melakukan sesuatu yg patut kau kerjakan sebelum disuruh.
Dan...Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan hal ini kepada semua orang yang anda kenal...

Sumber: anonim :)

Sembilan Prinsip Dasar Kehidupan


Sabtu, 09 Juni 2012

Wanita Peragu

          Banyak orang bilang makhluk yang berbahaya di dunia adalah binatang beracun, setan, hantu, vampire, zombie, dan sebagainya. Tapi menurut gue ada yang lebih berbahaya dibandingkan itu semua, yaitu WANITA yang RAGU-RAGU. Sebelum gw membahas kenapa WANITA yang RAGU-RAGU itu bahaya, ada baiknya gw beberkan sedikit fakta kenapa gw bisa bilang bahwa SEBAGIAN BESAR wanita adalah makhluk yang PERAGU.

          Beberapa kali gw ngajak jalan beberapa wanita, gw selalu menanyakan kepada mereka kemana tujuan mereka. Namun mereka selalu bilang, "terserah kamu aja, aku nurut". Dan akhirnya gw pun mengajaknya ke suatu tempat, namun pada ujung-ujungnya mereka bilang kalo mereka ga tertarik ama tempatnya. Mereka malah ngajak pindah tempat. Walah walah.

Sabtu, 26 Mei 2012

Oh Ibu....

Ga ada angin ga ada hujan, siang ini gue dapet sms dari kawan lama, namanya Lydia Febriana. Kawan kelas X7, XI IPA1, dan XII IPA1 zaman SMA dulu. Isi smsnya panjaang bgd kaya kereta (lebay), tapi intinya adalah renungan tentang ibu. Hapir aja mewek pas baca tu sms. Nah di bawah ini gw cantumin dah isi smsnya. :)

Aku mempunyai pasangan hidup...
Saat senang aku cari pasanganku.
Saat sedih aku cari ibu.

Minggu, 04 Maret 2012

Saintis Negarawan yang Berkepribadian

Tidak dapat disangkal lagi bahwasanya perkembangan ilmu pengetahuan di bidang sains semakin pesat. Kekuatan para saintis untuk menggerakkan perubahan juga tidak dapat disangkal lagi. Contohnya adalah ketika James Watt berhasil menemukan mesin uap yang merupakan titik balik modernisasi industri di Inggris waktu itu. Hal ini telah membuat peran tenaga manusia menjadi tergantikan dengan peran mesin dalam industri, sehingga waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang menjadi lebih efektif dan efisien.

Sejarah bangsa Indonesia sendiri memperlihatkan peran nyata saintis dalam pembangunan bangsa. Seperti BJ Habibie yang mampu membuat pesawat terbang. Indonesia pun mempunyai potensi yang besar untuk memajukan bidang teknologinya, karena di Indonesia banyak terdapat saintis yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Contohnya adalah astronom asal Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy Jerman, Johny Setiawan, menemukan 8 planet di tata surya. Sejak tahun 2003, Johny meneliti planet extrasolar (di luar sistem matahari) yang mengelilingi bintang muda dan evolusi bintang serta stelar atmosfer atau pulsasi dan aktivitas khromosferik. Belum lagi anak-anak muda potensial yang terlah berhasil mempersembahkan prestasi gemilang di kejuaraan dunia bidang sains, salah satunya ketika Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil menyabet gelar juara dunia dalam International Physics Olympiad (IPhO) pada tahun 2006.

Sangat disayangkan, potensi yang besar itu sepertinya disia-siakan oleh pemerintah. Terbukti hingga sekarang Indonesia masih saja ketinggalan dalam bidang teknologi oleh negara-negara lainnya. Saya berpendapat kejadian ini bersumber dari bobroknya sistem birokrasi di Indonesia. Sistem birokrasi yang berprinsip “Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?” telah menyebabkan peran saintis tidak terasa dalam perkembangan iptek Indonesia. Sistem birokrasi yang belibet ini mengakibatkan semuanya kacau. Contohnya adalah rendahnya perhatian pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan saintis. Belum lagi dana penelitian dan fasilitas laboratorium yang kurang memadai untuk melakukan penelitian. Dan lagi peran pemerintah untuk membantu saintis mempromosikan hasil temuannya ke masyarakat luas yang masih dirasa sangat kurang, padahal saintis sangat bergembira jika hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.

Sekali lagi sangat disayangkan. Lantas apa yang bisa kita lakukan? Kita harus bisa mendobrak sistem birokrasi di Indonesia yang bobrok ini. Mulai saat ini, berikan pemahaman kepada mahasiswa eksakta untuk benar-benar berani mendobrak sistem birokrasi saat sudah menjadi saintis kelak. Mahasiswa eksakta jangan cuma mempelajari ilmu yang dituntutnya. Mahasiswa eksakta juga harus belajar mendobrak sistem birokrasi, karena perubahan besar dimulai dari yang kecil.

Jangan Percaya Bocoran

Alkisah, di sebuah negeri yang tanahnya subur, bahkan tongkat dan kayu pun bisa menjadi tanaman, terdapat sebuah sekolah reguler di pinggiran kota megapolitan. Sekolah tersebut merupakan sekolah negeri terbesar di tingkat kecamatan. Sekolah ini memiliki 2 buah lapangan, yang biasa digunakan untuk upacara bendera, kegiatan olahraga, dan kegiatan non akademik lainnya. Lahannya yang luas bahkan sudah tak mampu lagi menampung kendaraan-kendaraan milik civitas akademika, yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekolah ini pun memiliki sebuah masjid besar, yang sering digunakan sejenak untuk melepaskan urusan duniawi demi mendekatkan diri kepada Sang Pencipta pada saat jam istirahat. Kantinnya menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, untuk mengisi kembali energi yang telah digunakan untuk memeras otak seharian. Masih banyak kenyamanan yang bisa dirasakan oleh seluruh civitas akademika sekolah ini, yang seharusnya mampu membuat siswanya bisa menikmati pelajaran demi pelajaran yang diberikan.

Sekolah ini mempunyai tradisi yang cukup membanggakan dalam bidang akademik, yaitu selalu mencapai angka kelulusan 100% untuk lulusan angkatan tahun ganjil, bahkan sekolah ini pernah mencapai peringkat kedua nilai ujian nasional tingkat provinsi untuk kategori sekolah negeri. Prestasi gemilang yang telah diraih 2 tahun sebelumnya ini tentunya membuat pihak sekolah, guru, dan siswa tingkat akhir merasa terbebani untuk mempertahankan prestasi yang telah dipersembahkan oleh angkatan emasnya, karena banyak suara miring yang mengatakan bahwa prestasi gemilang yang telah ditorehkan tersebut diperoleh dengan cara yang sangat kotor, yaitu bocoran.

Walaupun suara-suara miring tersebut telah membuat hampir seluruh civitas akademika sekolah tersebut merasa terbebani, ternyata masih ada segelintir guru dan murid yang cerdas yang merasa optimis jika mereka sanggup membuktikan bahwa suara-suara miring tersebut merupakan isapan jempol belaka.

Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menghadapi ujian nasional tahun ini. Enam bulan menjelang ujian nasional, pihak sekolah mulai memberikan pendalaman materi kepada siswa-siswanya, yang diharapkan mampu mendobrak kemampuan siswa-siswanya untuk menguasai materi-materi dari 3 mata pelajaran yang akan diujikan dalam ujian nasional. Sayangnya setelah melakukan pendalaman materi selama 4 bulan, ternyata kemampuan siswa-siswanya masih stagnan, atau dengan kata lain belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini membuat sebagian besar siswanya merasa pesimis untuk mempertahankan prestasi gemilang yang telah diraih 2 tahun sebelumnya, atau minimal sanggup menjaga tradisi lulus 100%. Rasa pesimis tersebut membuat segelintir siswa berinisiatif untuk mencari sendiri bocoran soal dan kunci jawaban ujian nasional dari luar karena pihak sekolah tidak berani menyediakannya. Dan bobroknya, pihak sekolah sama sekali tidak melarang siswanya melakukan hal terlarang tersebut. Bahkan pihak sekolah memperingatkan agar siswa pencari bocoran berhati-hati agar tidak ketahuan pihak luar, karena resikonya terlalu besar jika sampai ketahuan.

Jumat, 02 Maret 2012

Menghitung Kecepatan Terbang Malaikat Jibril (Ala Logika)

Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur'an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C untuk lengkap nya lihat di sini.

Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
  [1190]
Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur'an yang lain?

Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaan manusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern? Dari beberapa ayat di dalam Al Qur'an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang atau cepat:
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya [1537].

Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yang mempunyai 2, 3 atau 4 sayap. Disebutkan pada QS Faathir ayat 1:
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya?

Apakah sama dengan kecepatan cahaya atau berapa kalinya? Dalam QS Al Ma´aarij ayat 4 secara jelas disebutkan:

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. [1510]

Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikat adalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yang dilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur'an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Berdasarkan petunjuk

Al Qur'an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatan cahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya (nuur). Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur'an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman Allah SWT.
Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

----------
Catatan Kaki :
[1190]. Maksud urusan itu naik kepadaNya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. Ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagunganNya.
[1537]. Maksudnya: terbang untuk melaksanakan perintah Tuhannya.
[1510]. Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.

Sumber:
Klik Sini Gan

Sabtu, 07 Januari 2012

Tweet Tentang BEM dan Pemira 2011

1. BEM dan Pemira, keduanya saling berhubungan. Namun ad sdikit kkecewaan terhadap BEM, mmbuatku memilih golput di pemira 2011 ini. #polkam

2. Ketika mau kuliah, aku melihat beberapa propaganda gelap yang isinya menjatuhkan BEM, disebar di seantero kampus FMIPA UGM. #polkam

3. Padahal BEM punya sebuah departemen, yang namanya begitu termahsyur. Yaitu Departemen Advokasi. #polkam

4. Advokasi berarti membela. Departemen Advokasi, departemen pembela. #Polkam

5. Dept. Advokasi, secara luas membela kaum2 eksternal BEM. Secara sempit, membela BEM terhadap rongrongan yang datang. #polkam

6. Namun ap yg trjadi pda pemira 2011 ini? BEM tdk dbela oleh kader2 advokasi, padahal rongrongan trhadap BEM sudah begitu dahsyat. #polkam

7. aku melihat kader2 advokasi hanya sibuk menjadi tim sukses calon ketua BEM dibandingkan membela BEM. #polkam

8. Atau mungkin sang Kepala Departemen tidak pernah mengajarkan bagaimana caranya membela BEM dari rongrongan. Entahlah. #polkam

9. Membela BEM saja tidak becus, apalagi jika harus membela hak2 mahasiswa yang tertindas kebijakan kampus? Saya merasa kecewa. #polkam

10. Benar yang dikatakan Mbak Arum (Hukum'06), inilah yang disebut DEGRADASI ADVOKASI. #polkam

11. Tweet #polkam alias politik kampus ini, tidak dimaksudkan menyerang pihak manapun, hnya sebagai ekspresi kegundahan hati kader advokasi.

Tweet Tentang Mahasiswa dan Anggota Dewan

1. Ada persamaan antara mahasiswa dan anggota dewan yang terhormat yang duduk di senayan sana. #miris

2. Kalo anggota dewan yang terhormat tu sukanya tidur ketika lagi rapat bahas permasalahan negara. #miris

3. Nah mahasiswa juga sukanya tidur ketika sedang kuliah, pdhl kuliah kan disubsidi ama negara. #miris

4. Ada lagi, anggota dewan suka bolos rapat di gedung tirani sana. Mahasiswa juga suka bolos kuliah. #kalem

5. Tapi menurut gue, lebih parah mahasiswa yang tidur di kelas drpd mahasiswa yang bolos kuliah. #kalem

6. Bolos kuliah kan tidak dilarang, asalkan ada alasan logis. Dan yang terpenting, dia bisa menaklukkan soal ujian. #kalem

7. Tapi jangan keseringan bolos kuliah juga, inget absen 75% tu, wlwpn sbnrnya di mipa ugm ga berlaku. #kalem

8. Melihat realita sekarang, anggota dewan di masa depan adalah mahasiswa di masa kini. #kalem

9. Mahasiswa tukang tidur, akan jadi anggota dewan tukang tidur. Mahasiswa tukang bolos, akan jadi anggota dewan tukang bolos. #kalem

10. Hidup Mahasiswa Indonesia, Hidup Anggota Dewan yang terhormat. #kalem

TAMBAHAN
@ri0fabian mhsw nyontek, nanti klo jd anggota dewan, korupsi. Mhsw bw komik, nnti klo jd anggota dewan, nnton bokep. #eh

Minggu, 09 Oktober 2011

Surat Dari Iblis

Hai manusia yang tersayang,
Tadi malam waktu akan tidur, aku lihat engkau tidak memuji Allah, tidak bershalawat, tidak membaca Ayat Kursi dan do'a. Ini bagus sekali karena waktu hendak tidur adalah waktu untuk tidur, bukan untuk membaca Al-Qur’an. maka engkau tidak membuang-buang waktu.

Pagi ini aku lihat engkau tidak bangun mengerjakan shalat subuh. Bagus sekali ! Engkau telah membuktikan bahwa engkau adalah sahabatku yang baik. Janganlah engkau susah-susah bangun dan memendekkan tidurmu. Tidurlah dengan nyenyak dan nyaman. Jangan hiraukan suara ayam berkokok yang mengejutkan engkau dari tidurmu. Bila subuh datang menjelang, udara masih dingin, tariklah selimutmu dan tidurlah engkau wahai sayangku seperti seorang pangeran dan puteri kayangan.

Aku lihat engkau jarang-jarang mengambil wudhu’. Ini bagus sekali karena engkau tidak membuang-buang air . Aku lihat engkau tak pernah membaca Basmalah sewaktu akan makan. Ini bagus, kerana engkau tidak merepotkan mulutmu. Dan bila sudah kenyang, engkau tak pernah menyebut Alhamdulillah. Ini bagus juga. Cukuplah engkau bersendawa kuat-kuat seperti sapi.

Hai manusia yang kucintai,
Semalam ada seorang peminta sedekah datang ke rumahmu. Engkau menghalau dia, engkau suruh dia pergi tanpa memberikan duit sesen atau seteguk air bahkan senyuman sekalipun. Ini sangat bagus dan terpuji, karena engkau tidak membuang-buang duit dan tak membazirkan rezekimu yang melimpah-ruah yang diberi Allah kepadamu. Engkau seorang yang sangat hemat dan cermat. Biarlah rezeki engkau untuk dipergunakan oleh engkau seorang, dalam kemewahan duniawi.

Aku lihat bila engkau bertemu dengan sahabatmu, engkau tidak mengucapkan Assalamualaikum. Engkau mengucapkan “Hi Everybody!” hai bro " .. Ini bagus juga kerana engkau menunjukkan bahwa engkau mengerti adab orang kafir dan engkau mengerti bahasa Inggris. Tak perlu engkau belajar membaca bahasa Arab karena ini bukan bahasa internasional. Engkau telah membuktikan bahwa engkau dan aku adalah sahabat sejati. Sudah tentu engkau adalah seorang yang budiman kepada kaumku.

Duhai manusia,
Di sepanjang Ramadhan ini, telah lemah seluruh urat nadiku serta persendianku, telah terbakar seluruh jasadku, merintih ku kesakitan, bila setiap kali ku lihat hamba-hambaNya yang berpuasa di siang hari dan menghabiskan waktu malam dengan bertarawikh, berzikir dan merintih mengenang dosa-dosanya yang lepas dalam shalat lailnya, karena pintu taubat telah dibuka oleh ALLAH dengan Seluas-luasnya…Namun, aku tetap gembira kerana ada diantara kalian yang masih sudi menjadi temanku..melepaskan peluang rahmat ALLAH dengan mengucap perkataan yang sia-sia, mengumpat, tidak tarawih, malah menciptakan perpecahan.. aduhai tubuh, badanku yang terbelenggu telah segar kembali…cukuplah NAFSU manusia sendiri menjadi penyambung tugasku di sepanjang bulan yang dirahmati ini… Di akhirat nanti, engkau dan aku dapat berjalan bersama-sama …. kita berpegang-tangan menuju Neraka Jahannam.

Sahabatmu Yang Tercinta, 
Iblis Laknatullah

Sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10329031

Selasa, 02 November 2010

Surat dari Ibu

Anakku,

bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.

Anakku,

ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka.

Tak kuingkari memang akulah yang mengandungmu selama sembilan bulan. Saat itu aku selalu gelisah menanti kelahiranmu. Aku selalu menjaga diriku agar bayi di perutku, yaitu kamu, sehat. Dengan susah payah dan sakit kulahirkan engkau. Aku termasuk beruntung karena tidak harus meninggal untuk melahirkanmu. Aku sampai menitikkan air mata bahagia saat mendengar tangis pertamamu yang lucu.

Engkau ini darah dan dagingku sendiri; engkau tumbuh dari bagian tubuhku namun engkau lahir keluar sebagai manusia yang baru sama sekali. Dalam beberapa hal kamu memang mirip aku tetapi selebihnya engkau sungguh baru.

Sejak kecil kurawat engkau dengan sangat hati-hati dan penuh kasih; engkau lebih kuperhatikan dari pada apapun yang pernah kumiliki. Kusuapi dan kususui engkau dengan air yang mengalir dari dadaku sendiri. Bila engkau menangis kugendong dan kuhibur. Kuberi engkau pakaian dan sepatu dan topi yang cocok untukmu. Tak lupa kubelikan juga mainan yang kau gemari; mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu. Engkau masih ingat masa kecilmu, kan?

Setiap pagi dan sore kumandikan engkau. Bila kau ngompol atau e'ek di celana atau di popok, dengan sabar kubersihkan dan kuganti dengan yang baru.

Paling sedihlah aku, bila kamu sakit. Memang engkau waktu itu hanya makhluk kecil yang tidak berdaya, yang bisa saja kubuang ke kotak sampah atau ke selokan kalau aku mau. Tapi aku cinta padamu, engkau bagian dari hidupku sendiri. Maka kurawat engkau sungguh-sungguh, kubawa engkau ke dokter, kuusahakan agar kau mendapat vaksinasi dan makanan bergizi.

Anakku,

pada waktu masih kecil dulu, kamu sering rewel, ngambeg bila tidak diberi uang jajan, atau sulit bila disuruh mandi. Kau ingat betapa manjanya kamu. Setiap kali kau lari ke pangkuanku bila engkau bertengkar dengan kakakmu, bila dimarahi ayah, atau bila dinakali teman-temanmu. Aku menjadi saksi untuk masa kecilmu yang manja, sehingga aku tak sempat lagi mengurus diri atau pergi sesuka hati.

Kini engkau sudah dewasa,

aku bangga padamu, engkau harapanku. Namun aku sering sedih melihat kelakuanmu; kala engkau bermalas-malasan untuk bangun, kala bermain seharian tak tahu waktu. Hampir-hampir aku menangis bila kuingat betapa sulitnya menyuruhmu belajar, mengerjakan PR, atau mengingatkanmu untuk tidak membolos. Sepertinya kau tidak tahu bahwa ini semua demi kamu sendiri. Sungguh aku tidak bermaksud mau menyengsarakanmu dengan aturan-aturanku. Aku ingin engkau bahagia, bisa hidup pantas di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan ini. Kamu harus pandai supaya tidak mati tertelan jamanmu nanti.

Anakku,

betapa sedihnya aku, ketika aku kau tuduh orang tua kolot, orang tua yang tidak mengikuti jaman, atau orang tua kampungan. Aku ingin dipahami bahwa kalau kusuruh kau bergaul tidak sembarangan, berpakaian yang pantas dan mau menghargai orang lain, adalah sungguh-sungguh supaya kamu menjadi manusia yang bermoral, bukan begajulan yang menghancurkan hidupnya dengan mau hidup sebebas-bebasnya.

Kau lihat betapa banyak teman sebayamu yang sudah harus berhenti sekolah untuk mengasuh anak, betapa banyak teman seusiamu jatuh pada obat bius dan pornografi. Anakku, aku tahu engkaupun tidak ingin menjadi seperti itu.

Sungguh kalau aku keras dalam hal ini karena aku tahu betapa halusnya bujukan setan dan betapa beratnya hidup yang tidak tegas terhadap yang jahat. Aku ingin kau pun memahami itu. Hatiku akan hancur bila sikapmu selalu melawan aku, bila kau selalu menganggap dirimu benar sendiri.

Setiap malam aku berdoa untukmu, tak sekejap pun engkau hilang dari hidupku. Bila aku sedang memasak di dapur, yang kubayangkan adalah kepuasan makanmu dan juga kesehatan tubuhmu. Bila aku ikut membantu bekerja, yang kuinginkan engkau tidak terhambat karena biaya. Bila kubenahi kamarmu yang selalu berantakan yang kuinginkan agar kau krasan di rumah. Bila kubelikan kau baju-baju yang modis, aku ingin kau tidak malu pada teman-temanmu. Dan bila aku merawat kesehatan tubuhku sendiri, aku hanya ingin agar aku dapat lebih lama lagi mendampingi dan menyerahkan hidup kepadamu.

Sekarang ini kamu sudah dewasa, banyak hal sudah dapat kau lakukan sendiri. Lambat laun akan terasa bahwa hidupmu memang menjadi tanggung jawabmu sendiri; tidak ada seorangpun yang dapat menggantikannya termasuk ibumu ini. Mohon jangan kecewakan aku dengan sikap keras kepalamu yang kekanak-kanakkan itu. Aku tidak cemburu kalau kamu sekarang sudah melebihi aku dalam segalanya. Aku malah bangga karena Tuhan sudah berkenan membiarkan aku ikut menyaksikan pembentukkan hidupmu. Seperti sebatang lilin, hidupku sudah meleleh habis... dan sebentar lagi pasti akan padam... untuk menerangi hidupmu, anakku. Kini engkau sendiri sudah mulai menyala, lebih terang dari yang kupunya.

Anakku,

kalau engkau memang sulit menerima aku yang sering rewel, kolot atau lamban ini, aku mohon paling tidak kamu mau menghormati ayahmu. Sepanjang hari setiap hari selama bertahun-tahun dia bekerja keras untukmu, hingga tubuhnya lemah, hingga kulitnya kerut merut tertimpa banyak penderitaan. Cintanya padamu membuatnya tidak malu untuk bekerja di tempat-tempat yang kotor, membuatnya tahan duduk berjam-jam menangani tugas-tugas yang membosankan, dan membuatnya setia menjagai kita semua.

Dia juga hanya ingin agar kita ini berbahagia. Anakku, jangan sia-siakan cintanya. Jarang sekali dia mengeluh kala menghadapi beratnya beban kehidupan, tugas-tugas berat dan tuntutan anak-anaknya. Di hadapan kita, dia selalu tersenyum dan tertawa gembira. Kadang-kadang aku merasa kasihan kepadanya kalau dia tidak bisa pulang seharian, kalau tubuhnya yang sudah kecapaian itu harus dipaksa untuk bekerja lagi. Saya sendiri sering merasa bersalah karena rasanya hanya memperlakukan ayah seperti kuda beban atau sapi perahan. Kita bisa beli ini itu, bisa pergi ke sana kemari atau bermain-main dengan santai di rumah, sementara itu dia hanya puas dengan secangkir kopi dan baju yang itu itu saja, dia juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai-santai seperti kita. Sungguh anakku, aku mohon hormatilah ayahmu.

Akhirnya,

sebagai orang tuamu aku minta maaf kalau selama ini aku kadang-kadang egois, menuntut terlalu berlebihan, kolot dan keras terhadapmu. Maafkan aku bila aku kurang mengerti kebutuhan-kebutuhan dan dunia mudamu. Kadang aku masih menganggapmu seperti anak-anak yang harus kuatur segalanya agar tidak keliru. Maafkan aku anakku, yang membuat banyak kesalahan atau malah menyengsarakanmu, yang tidak dapat mencintai dengan cara yang cocok dengan keinginanmu. Kata maaf darimu adalah hadiah yang paling kutunggu.

Anakku,

aku sudah kangen kamu. Ingin rasanya kubisikkan aku sayang kamu. Hanya peluk ciumku untukmu.

31 Januari 1992, pekalongan

ibumu

(Renungan oleh: Thomas Soebandriyo)